
FGD Perkembangan Data Padi Swasembada Pangan Riau
Satgas Swasembada Pangan Riau melaksanakan FGD Perkembangan Data Padi Swasembada Pangan Riau di Posko Swasembada Pangan Riau Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau, Kamis (30/01/2025). Acara ini dilaksanakan secara hybrid dan dihadiri oleh Kepala BBPOPT, Koordinator Swasembada Pangan Riau dari Mabes TNI, Korem 031/WB, Kepala BSIP Riau, Sekretaris DPTPH, Kabid Tanaman Pangan, Kepala UPT Penyuluhan dan Pelatihan Pertanian, BPS, Kodim dan Dinas Pertanian se Provinsi Riau.
Kabid Tanaman Pangan menyampaikan evaluasi luas panen KSA BPS, sasaran tanam padi tahun 2025, dan pelaporan LTT swasembada pangan Riau. Sasaran tanam tahun 2025 harus segera diselesaikan sehingga nantinya bisa dianalisa baik itu kendala maupun kebutuhan saprodi dan alsintan yang diperlukan. Beberapa tantangan pencapaian swasembada pangan Riau antara lain: 1). banjir dan kekeringan untuk pertanaman reguler dan peningkatan IP, 2). ketersedianan benih unggul padi, 3). tradisi dan sosial budaya petani, 4). petani tidak berdomisili di lokasi, 5). ketersediaan tenaga kerja, 6). serangan OPT dan gagal panen, dan 7). amino petani menurun karena harga gabah rendah dan biaya produksi tinggi.
Kepala BBPOPT Yuris Tyanto menyampaikan supaya Dinas Pertanian Kabupaten mengejar target tanam yang telah disepakati dan melaksanakan percepatan tanam. Selanjutnya diharapkan Kodim, Dinas Pertanian dan BPS senantiasa berkoordinasi sehingga semua luas panen terdata dan tercatat di BPS.
Selanjutnya dilakukan diskusi dan laporan dari Dinas Pertanian Kab/Kota dan Dandim terkait pencapaian target tanam bulan Januari 2025.
Diakhir FGD, Koordinator Swasembada Pangan Riau dari Mabes TNI Kol. Inf Andi Asmara Dewa menegaskan kembali bahwa tugas swasembada pangan adalah tugas yang mulia sehingga harus dilakukan dengan serius. Sinergi semua pihak diperlukan untuk mewujudkan tujuan yang mulia ini.
"Segar diminum air cincau
Sambil duduk di halaman
FGD Perkembangan Data Padi di Provinsi Riau
Untuk mencapai target swasembada pangan"